2011年11月30日水曜日

LEGALISASI BARANG PINDAHAN DI KBRI TOKYO

LEGALISASI BARANG PINDAHAN DI KBRI TOKYO
oleh Shakti Eko W pada 28 November 2011 jam 8:02

Ada dua macam tipe barang ketika kita pergi dari satu negara ke negara lain:

-Barang Bawaan

-Barang Pindahan



Barang bawaan adalah barang yg kita bawa bersama kita ketika travelling..

Sedangkan barang pindahan adalah barang yang dikirmkan karena kita akan pindah dari negara lain (Jepang misalnya)ke Indonesia. Dengan adanya legalisasi Barang Pindahan dari KBRI Tokyo, maka barang2 tersebut tidak akan terkena pajak di Bea cukai di Indonesia. Yg berhak mendapat hak Barang Pindahan adalah orang yg menetap lebih dari satu tahun di Jepang, Dan mengirimkan barang tersebut dalam jangka waktu tiga bulan sebelum atau sesudah kita kembali ke Indonesia. yg harus diinget Barang dagangan* dan kendaraan bermotor tidak dapat dianggap sebagai barang pindahan.

*wilayah abu-abu, tidak ada deskripsi dari jenis barang dagangan



Cara meminta Legalisasi Barang pindahan

-Mengirimkan permohonan legalisasi barang pindahan kepada KBRI Tokyo, bisa dengan datang secara langsung, atau mengirimkan via pos dengan melampirkan amplop kosong yg dituliskan alamat kita,  no telp yg bisa dihubungi dan perangko secukupnya.

Kirimkan ke alamat KBRI Tokyo

FINANCIAL ATTACHE

INDONESIAN EMBASSY

5-2-9, Higashi Gotanda, Shinagawa-Ku

Tokyo 141-0022



Contact Person

1. Fadli Rinaldi Lubis (Petugas Bea dan Cukai KBRI Tokyo)

Tel:03-3441-4201 EXT 338

Fax:03-3441-4039

Email:fadly_rinaldy@yahoo.com



2.Syarif Hidayat (Atase Keuangan KBRI Tokyo)

Tel:03-3441-4201 EXT 337



---------------------------------------------------------------------------

Persyaratan Pengesahan Legalisasi Barang Pindahan



1.Surat Permohonan untuk mendapatkan pengesahan Barang Pindahan dialamatkan kepada:

Atase Keuangan/Bea dan Cukai KBRI Tokyo

2. Surat Keterangan Pemilik Barang Pindahan

3. Daftar barang, diisi secara lengkap dan benar sesuai dengan contoh pengisian yg terlampir

4. Foto copy pasport (halaman foto, VISA, Halaman lapor diri ke KBRI atau KJRI)

5.Foto copy KTP Jepang

6.Foto copy surat penugasan/belajar/trainee

7.Foto copy surat penugasan/belajar/Trainee

8.Legalisasi akan diberikan satu kali saja yg dibuktikan dengan surat keterangan yg bersangkutan, selebihnya diberlakukan ketentuan barang import

9. Formulir diajukan minimal 2minggu sebelum kepulangan ke Indonesia

10. Berkas legalisasi disusun berdasarkan urutan di atas.



Catatan: Persyaratan tambahan akan diberlakukan apabila diperlukan.

2011年11月29日火曜日

Adab Malam Pengantin.. Posted on May 25, 2010 by fitrimelinda

Adab Malam Pengantin..

2011年11月28日月曜日

7_Cara_Mengatasi_Takut_Gagal

7 Cara Mengatasi Takut Gagal
Penulis : Tim AndrieWongso
Jumat, 25-November-2011




Memiliki perasaan takut gagal mungkin sesuatu yang wajar.  Namun jika terus terkungkung oleh perasaan itu hingga tak pernah bisa melakukan apa-apa, perlu diwaspadai. Orang seperti ini hanya mau  bermain di area safe. Namun sebenarnya bermain di area safe pun memiliki risiko besar. Setidaknya ia tak akan beranjak dari kondisinya saat ini.
Sebenarnya, ketakutan itu hanya karena orang terlalu underestimate terhadap kemampuannya. Nah, strategi berikut akan membantu mengatasi ketakutan gagal dan menumbuhkan keberanian.

1. Pertimbangkan ongkos yang harus dipikul jika kita melewatkan peluang yang berada di hadapan. Misalnya, kita tak akan bisa mengatasi masalah keuangan yang sedang kita hadapi padahal masalah ini telah mengganggu begitu lama. Atau jika tak diambil, kita tak akan pernah dipromosikan jadi manajer, direktur atau jabatan penting lainnya.
2. Lakukan penelitian untuk menemukan sisi baik dan buruknya dari suatu kesempatan.  Ketidaktahuan adalah sumber terbesar dari ketakutan. Ketika kita tidak tahu apa yang sedang kita hadapi, konsekuensi yang kita hadapi akan selalu tampak lebih besar dari kondisi sebenarnya. Karena itu tumbuhkan keberanian atau minat untuk mencari tahu apa yang sedang kita hadapi. Lakukan riset. Dengan cara ini kita akan menemukan sisi baik dan buruknya dari kesempatan yang tengah dihadapi sehingga kita bisa tahu apa saja risikonya.
3. Tampilkan skenario terburuk. Jika kita mengejar suatu impian dan tenyata gagal meraihnya, seberapa lama mental kita akan pulih untuk kembali hidup normal atau berani mengejar kesempatan lain? Umumnya kemampuan kita pulih jauh lebih cepat dari perkiraan kita.
Misalnya kita adalah karyawan suatu perusahaan, namun merasa tidak betah berada di sana karena berbagai alasan. Namun untuk berhenti dan mencari pekerjaan baru takut tidak akan mendapatkannya atau kalaupun mendapatkannya pasti akan diraih setelah sekian lama mencarinya. Padahal seringkali jika mencobanya, tak akan begitu lama atau begitu sulit pekerjaan baru akan didapat.
4. Memahami manfaat kegagalan. Ada peribahasa, hidup adalah serangkaian percobaan, makin sering kita mencobanya makin baik kehidupan bisa kita raih. Setiap kegagalan adalah percobaan untuk melakukan sesuatu, semacam eksperimen, serta juga merupakan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Bahkan jika kegagalan itu berakibat pada kerugian finansial, manfaatnya dapat dikonversi sebagai bahan pelajaran yang jauh lebih mahal dari kerugian keuangan yang kita dapat.
5. Membuat rencana alternatif. Cara lain untuk mengatasi ketakutan akan kegagalan adalah dengan mengurangi sisi negatifnya. Atasi risikonya dengan membuat rencana alternatif. Jika pilihan pertama gagal, kita dapat mempertahankan status quo dengan rencana cadangan yang solid. Berani gagal bukan berarti kita harus mengambil risiko kehilangan semuanya. Jika kita mengelola risiko dengan cerdas, kita dapat mengambil manfaat dari peluang yang memiliki risiko tinggi sambil kita menebar jaring penyelamat untuk berjaga-jaga agar kita tak jatuh terpuruk.
6. Take action. Cara terbaik untuk mengurangi rasa takut dan membangun kepercayaan diri adalah dengan mengambil  tindakan (take action). Begitu kita melakukannya, kita akan mulai mengumpulkan pengalaman dan pengetahuan. Semuanya sulit pada saat melakukannya pertama kalinya. Ini seperti melompat dari tebing ke dalam danau. Setelah kita melakukannya sekali, kita akan melihat bahwa air tersebut aman dan setiap kali kita mencobanya lagi segalanya akan berjalan lebih mudah. Karena itu take action. Mulailah dengan langkah kecil sambil membangun kepercayaan diri sampai takut gagal bisa kita atasi sebaik-baiknya.
7. Membakar perahu. Ini pepatah Yunani kuno. Ketika tentara Yunani  melintasi laut untuk berperang, hal pertama yang mereka lakukan setelah mendarat adalah membakar perahu mereka sendiri. Dengan cara ini tak ada jalan untuk pulang. Satu-satunya jalan adalah maju berperang dengan upaya mati-matian. Begitu pun kala mengejar apa yang kita inginkan. Dengan tak punya alternatif lain kita akan mati-matian mengejar peluang yang ada.

2011年11月16日水曜日

Kesombongan Datang Mendahului Kejatuhan

Kesombongan Datang Mendahului Kejatuhan
| Erlangga Djumena | Senin, 14 November 2011 | 08:19 WIB
Dibaca: 11241
|
Share:
shutterstock Ilustrasi
KOMPAS.com — Ungkapan ini kerap digunakan para usahawan generasi pertama Indonesia. Bagi mereka, terutama yang merintis usaha dari titik nol, kesombongan itu sungguh celaka. "Engkau ingin berbisnis tetapi sombong? Ha-ha-ha-ha, sudah, pulang tidur saja, engkau tidak berbakat bisnis," ucap usahawan besar Eka Tjipta Widjaja ketika masih berada di panggung bisnis internasional, beberapa waktu lalu.
Eka, pendiri sekaligus generasi pertama Grup Sinar Mas, menyadari betul bahwa seorang usahawan memang harus punya sikap, jujur, dan reputasi tinggi.Namun, hukum bisnis yang sangat keras adalah pengusaha dilarang sombong. Untuk memberi gambaran riil, ia menyatakan, sombong, apalagi sok tahu, hanya akan mencelakakan si pengusaha.
Eka menuturkan, ia pernah menemukan seorang usahawan "baru berkembang" mengajari seorang usahawan besar tentang strategi bisnis dan arah bisnis ke depan. "Saya diam saja, dan usahawan yang diajari itu juga diam saja. Maklum, ia sangat rendah hati. Namun, saya terkesima, mengapa anak muda itu memiliki perangai seperti itu. Saya bergegas pergi dan membatin, apa tidak salah ya, ada anak ayam hendak mengajari burung garuda terbang?"
Kepada anak dan cucunya, Eka suka menekankan peristiwa ini sebagai contoh, "Jangan coba-coba sombong kalau ingin menjadi pebisnis hebat." Sombong atau bangga yang berlebihan hanya akan menjauhkan usahawan dari rezeki. Pelanggan, konsumen, atau klien akan menjauh. Mereka akan mencari usahawan yang lebih enak diajak bekerja sama, lebih asyik dijadikan mitra bisnis.
Sinar Mas tidak main-main dengan impiannya menjadi perusahaan besar dunia. Dua produknya, minyak sawit mentah (CPO) dan bubur kertas (pulp and paper), masuk elite dunia. Hal yang menarik, raksasa bisnis ini tetap rendah hati. Mereka tahu bahwa para rival terus mengejar mereka, kalau perlu mendahului mereka. Oleh karena itu, perusahaan tersebut tidak pernah berhenti berkreasi.
Usahawan properti Trihatma Kusuma Haliman juga menekankan pentingnya rendah hati. "Hochmut kommt vor dem fall (kesombongan datang mendahului kejatuhan)," ujar Trihatma, pekan lalu. Ungkapan Jerman ini kerap diajarkan kepada anak-anak Jerman agar tidak berlebihan. Rendah hati tidak menyurutkan gengsi dan reputasi. Justru rendah hati membuat seorang usahawan dipandang amat tinggi oleh usahawan lain.
Urusan rendah hati ini "hanya" satu unsur kecil dari begitu banyak formula dalam berbisnis. Untuk menjadi pebisnis besar, seorang saudagar tidak hanya dituntut harus rajin, ulet tiada tara, sabar, atau reputasi, tetapi juga cerdas melihat peluang, visi bisnis yang jauh ke depan, kreasi, dan inovasi tiada henti.
Bill Gates ataupun Steve Jobs, sekadar menyebut contoh, dipandang amat tinggi karena selalu berlari jauh lebih cepat dibandingkan para kompetitornya. Mereka tidak sekadar satu langkah di depan kompetitor, tetapi dua sampai tiga langkah.
Banyak contoh lain tentang aspek ini. Samsung kini menjadi raksasa produk elektronik dunia, meninggalkan Sony. Adapun produk Korea lainnya, Hyundai, kini menjadi produsen mobil keempat besar di dunia. Bayangkan, tujuh tahun silam siapa yang memandang Hyundai? Namun, kini produk raksasa ini menyusup jauh ke pedalaman raksasa-raksasa ekonomi dunia. Suka tidak suka, harus diakui, Hyundai sukses menerobos panggung elite otomotif dunia. Mereka unggul atas produsen mobil Italia, Inggris, Swedia, dan Perancis. Hyundai hanya kalah dari produsen Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman.
Mukiat, salah seorang eksekutif Hyundai Indonesia, menyatakan, produk tersebut mampu menjadi empat besar dunia bukan hanya karena teknologi yang sangat maju, bukan pula sekadar kreasi yang sangat tinggi, melainkan karena sikap rendah hati, tidak merasa lebih dari produsen lain. Para eksekutif papan atas Hyundai tidak pernah merasa puas.
Seorang eksekutif otomotif di Jakarta menyatakan, jangan pernah lengah. Lihat bagaimana nasib Nokia. Produk telepon genggam asal Finlandia itu demikian gagah perkasa, seolah tak ada yang mampu mengejarnya. Namun, ketika datang Blackberry, Nokia langsung terpengaruh. (Abun Sanda)
 

2011年11月14日月曜日

Belajar Mengemudi Mobil.........


2008/1/24 21:56
公開範囲:everyone
Akhir-akhir ini didaerah tempat tinggalku sering kujumpai mobil-mobil dengan “L” plate berseliweran, terutama pada saat week-end. “L” plate yang kumaksud disini adalah mobil yang dioperasikan oleh sekolah mengemudi untuk para murid sekolah tersebut. Si murid duduk dibelakang kemudi dengan sang guru duduk disampingnya sambil memberikan petunjuk-petunjuk.

Setelah murid dianggap mampu mengendarai mobil dengan baik, sang murid bisa mendaftar untuk ujian teori dikantor lalu lintas terdekat (namanya RTA). Jika ujian teori berhasil, maka tahap berikutnya adalah praktek jalanan. Setelah praktek jalanan OK, si murid akan mendapatkan SIM.

SIM di Aussie digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu SIM jenis L, artinya untuk mereka yang benar-benar baru mengemudi untuk petama kali. Pemegang SIM L, harus selalu didampingi oleh seseorang yang mempunyai SIM penuh jika mengemudikan kendaraan. Mobil si SIM L, harus ditempel sticker gede dengan tulisan “L” sehingga pengguna jalan mengetahui status si pengemudi. Setelah setahun tanpa dosa aka tidak melanggar peraturan lalin, SIM jenis L, bisa di-upgrade menjadi P alias Provisional (masa percobaan setahun juga) dan sticker L harus diganti dengan sticker “P”. Pemegang SIM P boleh mengemudikan mobil sendiri. Jika ini mulus tanpa dosa juga, maka barulah kita mendapatkan SIM  penuh dan mobil pun bebas sticker. Selama masih dalam status L atau P, si pengemudi hanya diperbolehkan mengemudikan mobil dalam batasan kecepatan tertentu.

Sistim ini sangat kontras dengan cara perolehan SIM di tanah air. Aku masih ingat ketika aku belajar menyetir mobil dengan sekolah mengemudi di Jakarta, di jalan Gajah Mada di daerah kota (aku lupa namanya), kita belajarnya rombongan. Jadi dengan satu mobil butut, satu guru, tiga murid, berjubel, mefet-mefet di mobil butut sekolah tersebut. Tentunya bisa temans bayangkan situasi didalam mobil yang gerah, mobil jalannya ndut-ndutan karena si murid belum bisa mem-balance antara kopling dan gas dan gurunya yang sering teriak-teriak panik kalau ada muridnya yang sok pinter tiba-tiba tancap gas lalu lupa ngerem dan bis sudah tepat diujung hidung. Heboh deh..!!!

Waktu itu setiap murid diberi jatah ½ jam oleh sang guru. Jadi masing-masing murid harus menanggung sengsara selama 1 jam didalam mobil belajar tersebut. Kita dibawa belajar disekitar lapangan Monas karena sepi sehingga menurut sang guru, kita bisa praktek parkir, maju mundur, muter dll.

Setelah belajar 12x @ 1/2 jam, sang guru menganggap kita sudah pinter dan kita langsung diikutin ujian teori dan praktek di Komdak. Padahal sang guru sih sebenarnya mau cepat2 ganti murid supaya cash flow mengalir lebih cepat.

Selama ujian teori, pak polisi yang jaga, kasih tahu jawabannya ke peserta ujian (multiple choice). Doi mau cepat juga supaya fulus cepat masuk lagi. Ujian praktek sama juga. Giliran naik tanjakan, pak polisi sudah berdiri diujung tanjakan dan stand-by disebelah mobil kita, rem tangan kita tarik dan mobil berhenti. Kemudian pak polisi me-release rem tangannya dan mobil pun meluncur dengan mulus. No problem. Sore itu juga aku mendapatkan SIM penuh, tanpa masa2 percobaan seperti di Aussie.

Malam sesudah mendapat SIM, aku langsung pergi dengan adikku ke daerah Tanah Sereal (dibelakang Gajah Mada Plaza) yang jalannya sempit dan banyak mobil parkir dikiri-kanan jalan. Belum lagi ojek, becak dan bajaj yang berseliweran bagaikan tawon.

Tiba-tiba aku mendengar bunyi sssreetttt…….yang agak keras. Adikku langsung teriak: “Mobil parkir dipinggir jalan kok kamu serempet!” Aku jawab: “Hah…..masa sih, kok aku nggak liat….?”(Lha, gimana mau kelihatan, wong kaca spion kiri mobil aku lipat krn aku pikir nanti takut nyerempet). Mobilku terus berlalu tanpa berhenti.

Tidak lama kemudian aku mulai memasuki arus kemacetan di gang kecil tersebut dan mobilku berhenti tepat ditengah-tengah tanjakan. Dengan pede, rem tangan kutarik dan mobilku berhenti dengan sempurna. Ketika kendaraan didepanku mulai bergerak, akupun me-release rem tangan, tetapi mobilku kok mundur…..???? Coba lagi, mundurrr….durr….durr…..lagi.......Oi......oi.......mana nih pak polisi yang pegangin rem tanganku di Komdak dulu? Tolongin nih hambamu yg nggak bisa mem-balancing kopling,  gas dan rem tangan…….Tuuut....tuuut.....tuuuutttt.......klakson mobil dibelakangku mulai teriak2 dan  para tukang becak dan ojek pada kasih comment: “sopirnya baru…sopirnya baru nih…..”. Wah, ketahuan SIM boleh beli.........

Para abang becak berlarian menahan mobilku supaya nggak tambah mundur dan ditengah-tengah kepanikanku, sambil memegang rem tangan, aku injak pedal gas sekencang-kencangnya dan…..zoommm……mobilku meloncat bak kangguru jantan ngeliat kangguru betina............

Temans, sejak malam yang penuh kenangan tersebut, aku masih mengalami beberapa peristiwa cium mencium dengan mobil ditempat perparkiran. Urusan cium2an dgn mobil lain ini umumnya terjadi pada saat aku mau parkir mundur, atau mau keluar dari tempat parkir, parkir parallel dll. Lha.... waktu belajarnya di Monas yang sepi, jadi gampang banget dan tidak ada kesempatan untuk cium-ciuman dengan mobil lain.

Alhasil, ketika akhirnya aku menjual mobil pertamaku tersebut (jenis gerobak Daihatsu HiJet - lihat foto), mobil tersebut dalam keadaan ompong alias bemper depan dan belakang sudah rontok….(dalam foto diatas, mobilku masih belum ompong, hanya baret-baret kiri kanan hasil cium-ciuman dengan mobil-mobil ditempat parkir).

Yah itulah secuil pengalaman akibat belajar mengemudi mobil secara express. Untunglah, aku sekarang telah menjadi seorang pengemudi yang bisa diandalkan yang telah belajar dari kesalahan-kesalahan awal. Aku sarankan jika teman hendak belajar mengemudi, sebaiknya belajarlah pada sekolah mengemudi yang bereputasi baik, jangan seperti sekolahku yang model borongan itu. Hehehehe………..


 

Belajar Mengemudikan Mobil

Learn to Drive a Car
Belajar Mengemudikan Mobil

Catatan: Ini hanyalah panduan untuk kamu yang merasa khawatir untuk belajar mengemudi.
Note: This is only a guidance for you who feel not right to learn how to drive a car.
Lampu merah berganti hijau. Mobil-mobil bergerak maju. Sebuah mobil berwarna abu-abu mengantri di sisi kanan. Mobil-mobil di depan mobil tersebut bergerak menikung ke kanan satu per satu di pertigaan jalan. Mobil tersebut melaju melewati tikungan tanpa menikung ke kanan. Seorang polisi membuat tanda dengan tangannya. Mobil itu melambat dan merapat ke kanan. Polisi itu mendekat.
The red light turns green. Cars move forward. A grey car queues on right side of the road. The cars in front of it turn right one by one on the corner. A police makes a sign with his hands. The car slows down and stops on the road-side. The police is approaching.
"Boleh saya lihat SIM dan STNK-nya?"
"Can I see your driving license?"
SIM dan STNK diserahkan kepada polisi. Polisi itu memasukkan SIM dan STNK ke kantongnya.
Driving license is given to the police. The police puts it in his pocket.
"Tolong ikut ke pos!"
"Please proceed to the post!"
SIM dan STNK diserahkan kepada polisi lain di pos.
The police gives the driving license to another police in the post.
Apa yang terjadi? Pengemudi mobil berwarna abu-abu itu melanggar peraturan lalu-lintas. Dia harus menikung ke kanan karena dia ada di sisi kanan, tapi dia terus lurus dan melewati tikungan itu.
What happened? The driver of the grey car broke a rule. The driver must not move forward. He must turn right because he is on the right side, but he did not. He kept moving forward and passed the turning point.
Apakah hal tersebut mengesalkan? Ya, hal tersebut mengesalkan bagi pengemudi, tapi hal tersebut mungkin menyenangkan bagi polisi.
Is that terrible? Yes, it is for the driver, but it may not be for the police.
Apa yang aku pertimbangkan ketika aku akan belajar mengemudi?
  1. Aku takut aku mencelakai orang lain atau barang milik orang lain (seperti gerobak tukang sayur atau becak) ketika aku mengemudi.
  2. Aku takut aku dirugikan (seperti ditabrak atau diserempet) dan aku harus bernegosiasi dengan orang yang merugikan aku. Aku tidak pandai dalam bernegosiasi.
  3. Aku takut aku melanggar peraturan lalu lintas dan aku harus berhadapan dengan polisi. Solusi untuk masalah ini sangat beragam dengan berbagai resiko (seperti pembayaran langsung tanpa bukti pembayaran, penyelesaian melalui persidangan, dan pemberian sejumlah uang di dalam tissue).
  4. Aku takut aku diklakson oleh kendaraan-kendaraan lain di belakang mobilku.
What I considered when I was about to learn driving were:
  1. I was afraid that I would break goods or other properties of others (like coster wagon or pedicab) when I drive.
  2. I was afraid that I would be harmed (like bumped or grazed) and I would have to negotiate with people who harms me. I am not good at negotiating.
  3. I was afraid that I would impinge traffic rules and I would have to deal with police. Solution for this kind of problem is very immeasurable by various risk (like direct payment without voucher, solving of passing conference, and giving a number of moneys packed in tissue).
  4. I was afraid that I would be honked by other cars behind my car.
Beberapa orang menganggap bahwa hal-hal tersebut tidak perlu untuk dipertimbangkan, tapi aku adalah orang yang berhati mulia. Orang yang berhati mulia tidak ingin membuat orang lain berada dalam kondisi sulit. Aku pun begitu. Hal inilah yang membuat aku terlambat untuk menguasai teknik-teknik mengemudi dibandingkan dengan teman-teman seangkatanku.
Some people think that those things are not important to be considered, but I am a noble-hearted person. A noble-hearted person, like me, does not wish to put others in a complicated condition. This matter made me late to master driving techniques compared to my friends.
Aku pernah tidak ingin bisa mengemudikan mobil, tapi hal itu berubah ketika aku menyadari hal tentang temanku. Setiap orang perlu transportasi, begitu juga dengan aku. Aku sering pergi dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan angkutan umum. Aku juga sering diantar oleh temanku untuk bepergian. Temanku ini adalah orang yang berhati lebih mulia dari aku. Dia rela meluangkan waktunya dan mendapat kesulitan untuk menjemput aku sebelum kami pergi bersama. Aku menyulitkan dia.
I have not been interested in being capable to drive a car. That changed when I realized something about my friend. Everyone needed transportation and I needed too. I used to use public transportation. I was also often picked and delivered by my friend. This one, my friend, is a more noble-hearted person than I am. He gives his time to pick me. I troubled him.
Aku sudah bukan orang yang berhati paling mulia. Selain itu, aku juga masih akan berhadapan dengan resiko yang akan aku tanggung setiap kali aku belajar mengemudi atau aku mengemudikan kendaraan sendiri. Sebuah buku yang aku baca memberiku pandangan tentang hal ini. Berikut adalah kutipan dari buku tersebut:
Now I am not the most noble-hearted person anymore. Besides that, I also still have to deal with risks everytime I learn how to drive or when I drive. A book that I read give me some views about this. Here are a quote from the book:
"Pada akhirnya, cara kita belajar adalah dengan melakukan kesalahan. Kita belajar berjalan dan mengendarai sepeda dengan melakukan kesalahan. Orang yang tidak bertindak karena takut salah, mungkin secara mental pandai, tapi emosi dan fisik mereka lumpuh."
"Ultimately, the way we learn is by making mistakes. We learned to walk and ride a bicycle by making mistakes. People who are afraid of taking action, out of fear of making mistakes, may be mentally smart but emotionally and physically handicapped."
Robert T. Kiyosaki - "The Cashflow Quadrant"
Setelah aku membaca buku itu, aku semakin yakin untuk belajar mengemudi. Sebenarnya, segala hal punya resiko masing-masing. Penggunaan kendaraan umum kadang-kadang tidaklah aman. Dalam kendaraan umum mungkin ada copet atau lainnya. Kendaraan umum juga tidak selalu ada ketika kendaraan itu dibutuhkan. Ketika aku menunggu kendaraan umum, aku juga tidak aman. Di sana mungkin ada anggota gang atau lainnya. Teman harus mengantar dan menjemput juga bisa mengakibatkan teman malas untuk mengajak aku pergi. Empat hal yang aku sebutkan di atas juga adalah resiko. Ketika semua hal beresiko, kenapa aku tidak mengambil resiko dan belajar? Lalu aku pun memutuskan untuk belajar mengemudi.
After I read the book, I was sure that I wanted to learn how to drive a car. Actually everything has its own risks. Sometimes, using public transportation is not safe. In public transportation, there might be pickpockets, or otherwise. Public transportation is not always be there when it is needed. When I am waiting for the public transportation, I am also not safe. There might be gangsters, or otherwise. Having friends to pick and deliver me can make them lazy to ask me to go out. Four reasons that I have mentioned above are also risks. When everything has their own risk, why should not I take them and learn from them? Then I decided to learn how to drive a car.
Sejak aku belajar mengemudikan mobil sampai aku sering mengemudikan mobil sendiri, hal-hal yang aku pertimbangkan itu memang terjadi. Hal-hal itu memang tidak menyenangkan, tapi aku belajar berbagai hal, seperti:
  1. Aku belajar bagaimana menghindari orang yang berjalan di sisi trotoar supaya dia tidak terserempet. Aku belajar bagaimana memarkir mobil supaya mobil tidak menabrak tiang listrik. Aku belajar agar aku tidak menjadi bahan tertawaan tukang parkir.
  2. Aku belajar bahwa aku perlu tahu biaya perbaikan mobil. Aku memang tidak suka menyulitkan orang lain, tapi aku juga tidak boleh membiarkan aku menanggung kesalahan orang lain.
  3. Aku belajar bahwa polisi tidak akan membunyikan peluit ketika mobil melanggar peraturan lalu-lintas. Sampai mulut polisi berbusa-busa pun, orang di dalam mobil sulit mendengarnya karena mobil kedap suara dan dilengkapi dengan sistem-suara. Polisi akan memberi tanda dengan tangannya atau mengejar mobil dengan motor atau mobil.
  4. Klakson yang dibunyikan oleh kendaraan-kendaraan di belakang mobilku belum tentu klakson yang menyatakan bahwa aku melakukan kesalahan. Beberapa pengemudi mempunyai penyakit latah untuk menekan klakson secara periodik. Jadi hal itu tidak perlu untuk dikhawatirkan.
Since I learned how to drive a car until I could drive a car by myself, things that I had considered were happened. Those are unpleasant, but I learned many things, such as:
  1. I learned how to avoid jogger beside pavement so that he/she will not be grazed. I learn how to park my car so the car do not bump electrics pillar. I learn those so other people do not make fun of me.
  2. I learned that I need to know expenses to repair the car. It is true that I do not like to complicate others, but moreover I do not like to pay for other's mistake.
  3. I learned that police will not sound blow his whistle when a car breaks traffic's rule. People in a car usually have hearing impairment because it is soundproof and it usually has audio-system. Police will make sign by his hands or pursue car with police-car or police-motorcycle. They will not use bicycle because it is too slow.
  4. Klaxon sounded by vehicles behind my car not may not klaxon expressing that I do a mistake. Some drivers like to press the klaxon periodically. It is not something that I need to worried of.
Setelah aku bisa mengemudikan mobil, aku merasa lebih bebas. Aku punya lebih banyak pilihan resiko yang dapat aku pilih. Sebagai pengendara mobil, aku punya kesempatan untuk membawa lebih banyak barang. Aku juga punya kesempatan untuk mengajak teman untuk pergi bersama. Aku pun punya kesempatan untuk mengatur waktuku dengan lebih baik, termasuk waktu pulang malam, waktu pergi pagi, dan lain-lain. Selain itu, aku juga tidak akan terciprat genangan air lagi ketika aku bepergian.
After I was able to drive a car, I felt free. I have more choice about risk that I want to take. As a driver, I have chances to bring more things. I also have chances to ask friend(s) to go out together. I also have chance to set my schedule better, including time to get home at night, time to go in the morning, etc. Besides that, I will also not get wet with puddle when I walk around.
Apakah kamu juga tertarik untuk belajar mengemudikan mobil?
Now, it is up to you. Are you interested in learning how to drive a car?

Biro Jasa Daftar Harga Jasa & Persyaratan

Daftar Harga Jasa & Persyaratan                                       pilih paket  

SIM (Baru)

Biaya jasa:
  • SIM A dan SIM C Rp. 550.000,-.
  • SIM B1 Polos Rp. 800.000,-.
  • SIM B1 Umum Rp. 800.000,-.
Lama proses : 1 hari kerja (setiap hari Sabtu).

Persyaratan :
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli.
  • 4 lembar fotokopi KTP.
Keterangan :
  • Jika Ingin buat SIM A baru dengan KTP Bekasi, Depok dan Tangerang akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 25.000,-).
  • Untuk Pembuatan SIM B1 Polos dan B1 Umum, Persyaratannya ditambah dengan SIM A asli.
  • Untuk WNA yang tidak mempunyai KTP DKI, Persyaratannya: Fc. Paspor, Fc. KIM’S, Fc. KITAS, Biaya Rp. 650.000,-.
Keterangan :
  • Persyaratan dan harga di atas dapat berubah setiap saat
  • Jika salah satu persyaratan tidak lengkap, maka dikenakan biaya tambahan ;
    • BPKB Polos (tanpa BPKB) Acc Rp. 50.000,-
    • BPKB Copy, Acc Rp. 25.000,-
    • Tidak ada kwitansi dengan materai 6000 rupiah, Acc Rp. 10.000,-
  • Jika menghendaki agar formulir persyaratan diambil di rumah atau di kantor, akan dikenakan biaya tambahan Rp. 5.000,-
  • Untuk pengurusan perpanjang STNK di luar daerah, akan dikenakan biaya sebanyak dua kali lipat dari biaya jasa biasa
Harga bisa berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya.