Hanya dikarenakan lelaki itu kaya saja ia diterima sebagai seorang suami, sedangkan siwanita atau walinya tidak memperhatikan akan faktor agama atau akhlaknya. Wanita ini akan berada di bawah kendali pria itu, ia tak lain bagaikan barang yang diperjualbelikan dengan harta dan pada akhirnya ia tidak akan mendapatkan hak-haknya ataupun pemeliharaan yang dapat membahagiakannya. Dengan demikian, biasanya muncul berbagai macam permasalahan setelah lahirnya anak-anak yang pada akhirnya wanita ini terikat pada dua perkara:
1. Ia harus bersusah payah, sedih dan menerima hinaan sampai maut menjemputnya demi kebaikan anak-anak dan menjaga kelangsungan rumah tangganya.
2. Akan timbul perceraian dan lebih-lebih sang anaklah yang ikut merasakan akibatnya dan banyak orang tua tidak diberikan hak mengasuh anak oleh pengadilan karena kegagalan mereka dalam menjaga hubungan suami-istri dan tidak adanya pengorbanan demi sang anak.
Kedua perkara ini diakibatkan karena kesalahan memilih calon suami sejak pertama kalinya.
0 件のコメント:
コメントを投稿