Banyak sekali seorang wanita memilih calon suami hanya karena ketampanannya saja, dan ketampanan adalah salah satu faktor diterimanya seorang lelaki menjadi suami bagi para wanita. Bahaya dari kecacatan ini tertutup dalam khayalan si wanita akan kehidupan yang bahagia dengan seorang lelaki yang tampan bagaimanapun sifatnya, padahal ketampanan saja tidak cukup karena ia dapat pudar baik secara fisik maupun maknawi atau paling tidak ia akan berkurang tergantung dari keburukan pria yang tampan itu. Sebagaimana yang telah dijelaskan tentang bertambahnya dan kekurangannya kecantikan secara fisik maupun maknawi dan apa yang terdapat pada kecantikan juga pada ketampanan.
Diriwayatkan dari Salamah bin Said berkata: Ada seseorang bertanya kepada Hasan al Basri: ''Aku mempunyai seorang putri yang akan dilamar, kepada siapa aku akan menikahkannya?'' Ia menjawab: ''Nikahkanlah ia dengan orang takut kepada Allah, jika ia mencintainya maka ia akan memuliakannya, jika ia membencinya maka ia tidak akan mendhaliminya.''
Seorang wanita yang baik hendaknya ia mengetahui bahwa kecantikan terletak pada pandangan orang-orang yang bertakwa, Rofi'i berkata tentang hal ini: ''Menurut orang berilmu dan berakal, sesungguhnya setiap wanita yang baik memiliki kecantikan yang sebenarnya, jika ia tidak mengundang cinta dia akan mendapat kasih sayang.''
0 件のコメント:
コメントを投稿