2011年1月30日日曜日

KARAKTERISTIK CINTA

     CINTA pada mulanya bersemi kemudian ia semakin mekar. Dan setiap tingkatan memiliki tolak ukur yang menerapkan akan kadar CINTA itu. Oleh karena itu, CINTA memiliki 4 tingkat karakter, dimulai dari tingkatan karakter yang paling kecil dan berakhir dengan tingkatan karakter yang paling tinggi dihati si pecinta. Berikut ini kami sampaikan tingkatan karakter itu:
1.   Tertarik,yaitu orang yang memandang akan menggambarkan bentuk orang yg dilihat dengan
      baik.
   
      Artinya tertanam rasa CINTA  sejak pertama kali melihat, mata adalah utusan CINTA, maka
      ia yang akan berbicara dikala lisan tidak mampu mengungkapkan, dan ketertarikan lebih men-
      dekati kecocokan untuk menCINTAInya.

2.   Takjub, yaitu keinginan orang yang melihat untuk selalu dekat dengan orang yg dilihat dan   
      merasa senang dengannya.

3.   Keterikatan, yaitu rasa gelisah ketika sang kekasih tidak berada di tempat dan kegelisaan itu
     dapat dilihat oleh semua orang, sehingga semua orang dapat melihatnya gugup ketika ia melihat
     sang kekasih.

4.   Jatuh CINTA, yaitu hatinya selalu disibukkan dengan sang kekasih, inilah yang disebut dalam
     senandung rindu dengan nama CINTA yang berlebihan.

CINTA TIDAK DAPAT BERSATU DENGAN KEHINAAN

       CINTA yang benar yang dapat membahagiakan setiap orang baik itu lelaki ataupun wanita adalah CINTA  yang dihalalkan. Adapun yang selainnya,maka itu adalah hawa nafsu bukanlah CINTA. Oleh karena itu ""Jika rasa senang tidak mengacu pada perbuatan dosa dan tercela,maka hal itu membuktikan bahwa ia adalah CINTA, dan kemuliaannya terletak pada rahasia kekuatannya dan kelanggengannya"" ...                                                                                                     .  
        Jiwa manusia tidak akan bertemu dan anggota tubuh tidak akan tenang melainkan jika rasa CINTA diantara lelaki dan wanita diwujudkan melalui pernikahan.
       Jadi, pernikahan adalah puncak yang paling didambakan oleh setiap lelaki dan wanita agar keduanya dapat saling menikmati satu sama lain. Betapa banyak orang yang dirundung rindu untuk bertemu dan ingin bersatu,keduannya membuat suatu kekuatan yang besar dengan cara hidup suami-istri.
       Manusia tercipta mencintai kesenangan yang halal,dan jiwanya merasa tenang dengannya,jika pasangannya ini sukses dalam mewujudkan berbagai macam bentuk kesenangan bagi pasangannya masing-masing, maka rasa CINTA akan semakin menanjak diagramnya dengan berlalunya waktu.
       Ketika rasa CINTA semakin bertambah diantara suami-istri, maka hal itu akan menyebabkan setiap pasangan akan merasa senang bila bertemu pasangannya dan berkeinginan agar tidak jauh darinya, jika ia berada di tempat yang jauh karena suatu kepentingan maka ia akan selalu mengingatnya dan masing-masing merasa senang saat mengingat pasangannya seakan-akan ia bersamanya. Pergaulan yang baik akan memberi pengaruh yang baik pada jiwa setiap pasangan meskipun ia jauh dari pasangannya.
       Rasa CINTA  yang besar inilah yang dapat membuat setiap pasangan merasakan kebahagiaan pasangannya dan merasa sedih akan kesedihan pasangannya, seakan-akan berdua satu nyawa dan satu tubuh. Jika salah satunya tertimpa sesuatu yang menyakitkan, pasti yang lain akan merasakan hal yang sama meski sekecil apapun. Begitu pula, jika salah satunya mendapat kenikmatan, maka yang lain akan ikut bergembira meski sekecil apapun.
       Dengan demikian setiap pasangan akan menjaga kebahagiaan pasangannya masing-masing, karena ia merasa berbahagia ketika ia telah membahagiakan pasangannya. setiap pasangan saling berlomba untuk berkorban lebih banyak untuk membahagiakan pasangannya hingga sirnalah keegoisan di antara mereka berdua dan rasa berkorban yang menjadi pengendalinya.
       Setiap pasangan akan selalu berbuat demikian meskipun yang lainnya telah kehilngan harta atau kerupawanannya atau nikmat apapun yang pernah Allah berikan padanya kemudian Ia mengambilnya darinya, hal itu dikarenakan tingginya rasa CINTA yang dapat mengalahkan segala kepentingan materiil, karena CINTA  di antara suami-istri tumbuh berkembang berbeda-beda bersamaan dengan pergaulan yang baik. Jadi, kesenangan dan kebahagiaan tidak hanya terletak pada kesehatan, harta, kecantikan, dan kesenangan, justru timbullah kesenangan untuk berkorban dan memberi melebihi dari kesenangan mengambil dan memuaskan hawa nafsu saja.











   

CINTA

CINTA adalah sebuah ikatan jiwa dengan jiwa lain yang tidak dipenuhi oleh selainnya dengan penuh perasaan. CINTA adalah pancaran cahaya yang mengandung kekuatan hidup,seperti cahaya matahari dari matahari itu sendiri. CINTA adalah suatu perasaan dalam jiwa dan perasaan hati yang menimbulkan gejolak yang mengarahkan hati seorang peCINTA kepada kekasihnya dengan semangat, perasaan, dan kegembiraan. CINTA adalah cahaya perjalanan, jalan menuju cahaya, ruh kehidupan dan kehidupan ruh itu sendiri. CINTA adalah hubungan antara bagian-bagian jiwa yang terbagi-bagi dalam makhluk ini pada pusat unsurnya yang tinggi.